5 Jenis Kelainan Tulang Belakang yang Perlu Anda Ketahui

Jenis Kelainan Tulang Belakang yang Perlu Anda Ketahui

Tulang belakang pada manusia memiliki fungsi untuk menopang tubuh bagian atas, sekaligus juga membentuk postur tubuh manusia. Sayangnya, manusia dapat mengalami kelainan pada tulang yang berpotensi menyebabkan perubahan pada kelengkungannya.

Adapun tulang belakang itu sendiri tersusun atas ruas-ruas tulang yang menumpuk antara ruas yang satu dengan yang lainnya. Tulang belakang yang sehat pada umumnya mempunyai sedikit lengkungan. Di mana lengkungan ini berperan sebagai penahan dari tekanan dan juga membantu dalam pergerakan tubuh.

Namun, kelainan tulang seperti kelengkungan berlebih yang terjadi di tulang belakang berisiko akan mengganggu fungsi serta dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Perlu Anda ketahui, kelainan tulang belakang atau dikenal juga dengan nama spinal disorder merupakan kondisi yang mempengaruhi kelengkungan serta posisi susunan tulang belakang. Jika Anda ingat pelajaran saat berada di bangku SMA, tulang belakang tersusun dari 26 tulang yang bernama vertebrae, di mana memiliki fungsi untuk melindungi dan menopang sumsum tulang belakang serta saraf pada manusia.

Jenis Kelainan Tulang Belakang

Beberapa kondisi tertentu dan terjadinya trauma atau cidera mampu menyebabkan kelainan pada tulang belakang. Penyakit atau kelainan tulang belakang sejatinya merupakan kondisi yang sering kali terjadi, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia. Selengkapnay bisa Anda simak di bawah ini.

1. Kifosis

Kelainan pada tulang belakang yang pertama adalah Kifosis. Kelainan kifosis ini akan menyebabkan punggung atas Anda secara berlebihan menjadi membulat ke depan. Sehingga tubuh Anda menjadi tidak normal dan tampak bungkuk.

Apabila diperiksa melalui tes pencitraan, maka seseorang yang mengalami kifosis akan menunjukkan hasil berupa tulang belakang yang membengkok ke depan secara berlebihan.

Kondisi tulang belakang yang mengalami kifosis bisa menyerang siapa saja dan umur berapa saja. Hanya saja, kebanyakan kasus kifosis ini umumnya akan dialami perempuan berusia tua. Sementara itu kasus kifosis pada bayi, anak-anak dan remaja umumnya dipicu karena malformasi dan juga tulang belakang yang terjepit dalam waktu lama.

2. Skoliosis

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang selanjutnya yang sering terjadi. Seseorang yang mengalami skoliosis, maka tulang belakangnya akan tampak melengkung ke samping secara berlebihan.

Kasus kelainan tulang skoliosis ini umumnya bersifat ringan, namun jika tidak segera diambil tindakan medis dapat berpotensi semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Salah satu jenis dari skoliosis adalah yakni levoscoliosis, yakni kelainan yang mampu membuat tulang belakang bengkok ke sisi kiri tubuh hingga tampak membentuk huruf C.

Bahkan, pada kasus yang sangat parah, kelainan tulang belakang skoliosis ini mampu mengganggu dan menurunkan fungsi paru-paru akibat adanya lekukan tulang belakang sehingga mengurangi jumlah ruang di dada.

3. Lordosis

Kelainan tulang belakang yang ketiga adalah Lordosis. Adapun lordosis yang kadang juga disebut dengan nama swayback merupakan kelainan tulang belakang di mana berupa kondisi kelengkungan yang berlebihan pada punggung bagian bawah. Kondisi akan menyebabkan bokong Anda terlihat lebih menonjol.

4. Spondylosis

Kelainan pada tulang belakang yang keempat adalah spondylosis. Di mana spondylosis ini merupakan degenerasi tulang belakang yang tidak hanya akan memberikan dampak pada sendi dan bantalan tulang, namun juga terhadap tulang belakang itu sendiri.

Kondisi spondylosis ini bisa mengganggu pergerakan tulang belakang dan juga mempengaruhi saraf Anda yang mengalaminya. Sebagai tambahan informasi, Spondylosis ini umumnya dialami oleh para lanjut usia, faktor obesitas, gaya hidup yang kurang aktif, atlet olah raga tertentu, hingga kebiasaan merokok.

5. Spondylolisthesis

Kondisi spinal disorder yang terakhir adalah Spondylolisthesis. Kelainan ini berupa bergesernya tulang belakang, di mana vertebra dari posisinya yang disebabkan karena adanya fraktur stres yang terjadi secara terus-menerus.

Adapun bagian tulang belakang yang terjangkit kelainan ini biasanya punggung bagian bawah. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan punggung bagian atas dan belakang leher juga mengalaminya.