Kenali 4 Jenis Neuropati Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Kenali Jenis Neuropati Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Bergesernya gaya hidup manusia menjadi serba instan dan serba cepat nyatanya memiliki dampak buruk, terutama bagi kesehatan. Asupan makanan yang tidak sehat serta kurang bergerak menjadikan diabetes sebagai penyakit yang banyak mengincar manusia pada masa ini, termasuk anak-anak.

Diabetes merupakan penyakit serius yang harus segera ditangani, karena diabetes memiliki banyak komplikasi yang justru lebih berbahaya dibandingkan diabetes itu sendiri. Salah satu komplikasi yang banyak dialami oleh penderita diabetes adalah neuropati diabetes.

Neuropati diabetes merupakan kerusakan saraf yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat merusak serabut saraf di seluruh tubuh, biasanya dimulai dari tungkai, kaki, peredaran darah, jantung, sistem pencernaan, sampai saluran kemih.

Jenis Neuropati Diabetes

Bedasarkan lokasi syaraf yang rusak, neuropati diabetes sendiri dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Mononeuropati

Mononeuropati sering juga disebut dengan neuropati fokal adalah kerusakan pada satu syara tepi, seperti pada wajah, batang tubuh, ataupun kaki. Gejala yang dirasakan biasanya beupa nyeri yang tidak tertahankan, yang sering akan sembuh sendiri dalam beberapa waktu. Gejala spesifiknya adalah:

  • Rasa nyeri yang sangat pada tulang kering, kaki, panggul, punggung bagian bawah, paha depan, dada, ataupun perut.
  • Muncul rasa sakit di belakang mata, dan penglihatan menjadi kabur
  • Lumpuh pada salah satu sisi wajah.

2. Neuropati Otonom

Neuropati otonom adalah kerusakan pada sistem saraf yang mengatur sistem organ pada tubuh, seperti pencernaan, saluran kemih, genital, dan sistem vaskuler (pembuluh darah). Neuropati otonom, memiliki gejala seperti:

  • Diare, kembung, sembelit, muntah, ataupun nyeri ulu hati jika menyerang sistem pencernaan
  • Inkontinensia urine ataupun sulit mengosongkan kandung kemih, terasa sering buang air kecil dan tidak keluar dengan tuntas, jika menyerang saluran kemih.
  • Disfungsi ereksi pada pria, Miss V kering atau sulit orgasme pada wanita, jika menyerang saluan genital
  • Meningkatnya detak jantung, tekanan darah rendah, pandangan menjadi gelap bila berdiri dengan cepat atau hipotensi ortostatik jika menyerang sistem peredaran darah.

3. Femoral Neuropathy

Femoral neuropathy atau amyotrophy adalah gangguan neuropati yang menyerang bagian bawah tubuh, seperti: pinggul, bokong, paha dan tungkai. Gejala femoral neuropathy, adalah:

  • Sulit Bangun setelah duduk
  • Perut menjadi bengkak
  • Muncul rasa nyeri hebat pada pinggang, paha, ataupun bokong.

4. Neuropati Perifer

Yant keempat adalah Neuropati perifer yag paling umum diderita para pengidap diabetes. Neuropati perifer ini akan menyebabkan kerusakan pada sistem saraf perifer, terutama pada tungkai dan kaki. Dengan gejalanya sebagai berikut:

  • Sering mengalami kram atau nyeri pada bagian tungkai dan kaki
  • Kesemutan pada kaki bagian bawah disertai dengan sensasi terbakar.
  • Otot kaki melemah.
  • Refleks berkurang serta kehilangan keseimbangan dan koordinasi.
  • Muncul masalah seperti infeksi, tukak, nyeri sendi dan tulang, bahkan perubahan bentuk (deformitas) pada tugkai dan kaki.
  • Kebas atau hilangnya kemampuan untuk merasakan sakit dan perubahan suhu.

Neuropati diabetes tidak bisa disembuhkan, yang dilakukan dokter hanyalah memberikan obat pereda nyeri ataupun untuk mengurangi gejalanya saja. Selanjutnya yang dapat dilakukan adalah memperbaiki pola makan dan juga gaya hidup agar gula darah tetap stabil dan tidak terkena komplikasi ini.