Mengenal Bisnis Ritel dan Klasifikasi Berdasarkan Kepemilikannya

Klasifikasi Bisnis Ritel Berdasarkan Kepemilikannya

Mungkin sobat sering mendengar istilah bisnis retail baik itu dari portal online, media tv maupun majalah dan koran. Namun apakah sobat sudah memahami apa yang dimaksud dengan bisnis ritel itu sendiri? Dan apa saja jenis atau klasifikasi bisnis retail berdasarkan kepemilikannya? Mari kita bahas bersama-sama di halaman ini.

Eceran atau disebut juga dengan ritel (bahasa Inggris: retail) merupakan salah satu cara pemasaran produk yang meliputi semua aktivitas. Dimana dalam hal ini akan melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan untuk kepentingan bisnis.

Adapun pihak atau orang yang menjalankan bisnis ini sering kali disebut dengan pengecer. Pada umumnya pengecer akan melakukan pembelian barang dan produk dalam jumlah besar dari produsen, suplier ataupun importir, baik itu dilakukan secara langsung maupun secara grosir. Kemudian produk tersebut akan dijual kembali dalam jumlah kecil (eceran) kepada konsumen akhir (end user).

Jenis Bisnis Retail Berdasarkan Kepemilikannya

Secara umum, berdasarkan kepemilikannya bisnis ritel dapat dibagi menjadi enam (6) yakni: retail independen, retail yang sudah ada, dealer, waralaba (franchise), network marketing, dan terakhir adalah corporate chain. Selengkapnya bisa sobat simak berikut ini.

1. Retail Independen

Kita mulai dari yang pertama yaitu retail independen. Pemilik retail independen adalah mereka yang memulai bisnis tersebut sejak awal. Bisa dikatakan mereka membangun bisnis mulai dari nol tanpa bantuan orang lain, katakanlah sejak dari perencanaan hingga pendirian bisnis retail tersebut. Dan pada akhirnya mereka mampu menggaji para pegawai untuk membantu mengurusi bisnis ritel mereka.

2. Retail yang Sudah Ada

Bisnis retail semacam ini pada umumnya merupakan bisnis warisan keluarga atau bisa juga sebagai bentuk pengalihan kepemilikan bisnis ritel yang sudah ada dan berjalan sebelumnya. Sobat misalkan sebagai pemilik baru bisnis ritel tidak perlu membangun bisnis dari awal. Karena tugas sobat hanyalah meneruskan dari pemilik atau generasi sebelumnya sehingga bisnis tersebut tetap bertahan.

Baca Juga: Peluang Usaha Pertanian yang Berpotensi dan Menggiurkan

3. Dealer

Bisnis retail jenis dealer adalah badan usaha atau bisa juga perorangan yang bertugas sebagai distributor resmi yang bertanggung jawab mendistribusikan barang atau produk dari pihak produsen sampai ke konsumen. Pada umumnya dealer tidak perlu membayar namun hanya memerlukan ijin resmi sehingga berhak mengedarkan produk dari produsen ke konsumen.

4. Waralaba (Franchise)

Secara sederhana sebenarnya waralaba ini sedikit banyak mirip dengan dealer. Bedanya kalau pembeli franchise harus membayar sejumlah uang guna mendapatkan izin untuk menggunakan brand, produk, nama, konsep, sistem, SOP dan rencana bisnis perusahaan waralaba induk.

5. Network Marketing

Network marketing atau di Indonesia juga dikenal dengan nama Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah jaringan pemasaran, yang mana pada umumnya pihak pemasaran direkrut secara khusus untuk menjual produk dari distributor atau produsen tertentu. Keuntungan bisnis ritel jenis ini adalah bahwa sobat tidak memerlukan bangunan toko fisik karena pemasarannya dilakukan secara jaringan atau networking.

6. Corporate Chain

Retail semacam ini biasanya terdiri atas lebih dari satu bisnis yang dimiliki oleh beberapa individu pemegang saham. Dimana mereka tergabung dalam satu group sehingga menjadi semacam kumpulan bisnis besar.

Tentu saja sekarang sobat sudah mulai mengerti apa yang dimaksud dengan bisnis ritel dan apa saja jenis serta klasifikasi bisnis retail itu sendiri.